Apa yang menjadi momen keseruannya?
Momen seru ini menjadi bukti bahwa kita bisa menyelesaikan setiap proyek tanpa sedikit pun merasa terbebani. Mengapa begitu? Karena setiap langkah yang dilalui justru menghadirkan pencerahan baru sekaligus menyalurkan seluruh ide kreatif yang kita miliki.
Dimulai dari mengerjakan proyek desain iklan yang penuh warna, menciptakan animasi motion yang hidup, merangkai storyboard yang menggugah imajinasi, hingga memodifikasi blog yang saat ini sedang Anda baca—semuanya memberikan pengalaman berharga yang tak ternilai.
Lebih dari sekadar tugas, proyek-proyek ini menjadi ruang untuk bereksperimen, berinovasi, dan mengekspresikan kreativitas tanpa batas. Setiap tantangan berubah menjadi peluang, dan setiap ide kecil bisa tumbuh menjadi karya yang menginspirasi.
Inilah momen di mana kerja keras terasa ringan, karena dilakukan dengan semangat, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap proses kreatif itu sendiri.
Halo semuanya! Perkenalkan nama saya Nahdatunnisa Alfitrah sebagai Mahasiswa Bisnis Digital yang sedang menampuh kuliah semester 3. Kali ini saya akan story telling mengenai pengalaman saya selama belajar Mata Kuliah Digital Marketing.
Apa yang saya pelajari? yang pertama adalah mengenai Digital Marketing. Saya jadi tahu mengapa digital marketing diperlukan dalam bisnis. Kemudian perbedaannya dengan marketing itu apasih
Marketing tradisional biasanya dilakukan melalui media konvensional seperti brosur, poster, televisi, atau radio. Sedangkan digital marketing memanfaatkan platform digital, mulai dari media sosial, website, hingga iklan berbayar yang bisa ditargetkan langsung ke audiens tertentu. Inilah yang membuat digital marketing lebih efektif, terukur, dan luas jangkauannya dibandingkan marketing tradisional.
Selain itu, saya juga semakin menyadari bahwa digital marketing tidak hanya soal promosi, tapi juga mencakup strategi konten, analisis data, pemahaman perilaku konsumen, hingga kemampuan beradaptasi dengan tren digital yang terus berkembang.
Tidak berhenti sampai di situ, di mata kuliah ini saya juga mendapat kesempatan untuk mendesain poster iklan menggunakan aplikasi PowerPoint di laptop. Dari pengalaman ini, saya memperoleh skill baru yang sebelumnya belum pernah saya bayangkan. Saya mulai memahami bagaimana memanfaatkan fitur-fitur desain yang ada di PowerPoint, mulai dari pemilihan warna, penggunaan bentuk, tata letak teks, hingga pengaturan gambar agar lebih menarik secara visual. Oh iya saya membuat poster iklan dengan produk saya yang berjudul MOIRA anda bisa melihat produk tersebut di blog saya.
Selain itu, saya juga belajar memodifikasi blog pribadi saya. Prosesnya cukup menantang sekaligus menyenangkan. Pertama, saya mencoba memposting sitemap dengan menggunakan kode HTML dari website Data Aksi, lalu mengganti beberapa bagian dengan link blog saya sendiri. Setelah itu, saya berhasil mengganti icon blog menggunakan favicon sehingga tampilannya terlihat lebih profesional. Tidak berhenti di sana, saya juga menambahkan widget kalender berbasis HTML, serta mencoba menanamkan elemen machine learning sederhana untuk memperkaya fitur blog.
Tidak hanya itu, saya juga berhasil membuat storyboard dari ide saya sendiri. Bagaimana bisa? Karena selama perkuliahan, saya belajar bagaimana menuangkan konsep dan alur cerita ke dalam bentuk visual sederhana yang mudah dipahami. Dari situ, saya bisa menggambarkan langkah demi langkah bagaimana sebuah iklan atau konten digital akan berjalan. Storyboard ini sangat membantu saya untuk merencanakan ide dengan lebih terarah sebelum benar-benar dieksekusi ke dalam bentuk desain atau animasi.
Terakhir, saya juga mempelajari mengenai 7 elemen penting dalam poster iklan. Elemen-elemen ini sangat berguna agar poster terlihat menarik sekaligus efektif menyampaikan pesan. Berikut penjelasannya:
Headline → Merupakan judul utama yang ditampilkan dengan ukuran besar dan menarik perhatian. Headline harus singkat, jelas, dan mampu membuat orang langsung tertarik membaca lebih lanjut.
Short Description → Kalimat singkat atau deskripsi ringkas yang menjelaskan inti pesan iklan. Bagian ini berfungsi untuk memperjelas headline agar audiens memahami maksud dari poster.
Logo → Identitas visual dari merek atau perusahaan. Logo sangat penting karena memperkuat branding dan membuat audiens mudah mengenali siapa yang membuat iklan.
Image/Visual → Gambar atau ilustrasi pendukung yang mempertegas pesan iklan. Visual harus relevan, berkualitas baik, dan mampu menarik perhatian.
Call to Action (CTA) → Ajakan untuk melakukan tindakan tertentu, misalnya “Beli Sekarang”, “Kunjungi Website”, atau “Daftar Gratis”. CTA harus jelas dan menonjol.
Contact Information → Informasi yang memudahkan audiens menghubungi, seperti nomor telepon, email, alamat website, atau akun media sosial. Tanpa ini, audiens bisa kesulitan untuk terhubung lebih lanjut.
Design Layout → Tata letak keseluruhan poster, termasuk pemilihan warna, tipografi, serta penempatan elemen-elemen agar terlihat rapi, seimbang, dan nyaman dibaca. Layout yang baik akan membuat poster terlihat profesional dan enak dipandang.
Dengan memahami dan menerapkan ketujuh elemen ini, saya bisa membuat poster iklan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens.
Dari seluruh pengalaman yang saya lalui selama belajar Mata Kuliah Digital Marketing, saya benar-benar merasakan betapa luas dan pentingnya dunia pemasaran digital di era sekarang. Mulai dari memahami konsep dasar digital marketing, perbedaan dengan marketing tradisional, mempraktikkan pembuatan poster iklan, memodifikasi blog, membuat storyboard, hingga mendalami 7 elemen penting dalam poster iklan, semuanya memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan baru bagi saya.
Bukan hanya sekadar teori, namun praktik yang saya jalani membuka wawasan bahwa digital marketing adalah kombinasi antara kreativitas, strategi, dan teknologi. Dari sini, saya belajar bahwa setiap detail—baik desain, konten, maupun penyampaian pesan—punya peran besar dalam keberhasilan sebuah kampanye digital.
Saya menyadari, semua pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi perjalanan akademik dan karier saya ke depan, terutama di bidang bisnis digital yang semakin kompetitif. Belajar digital marketing bukan hanya tentang memahami materi, tetapi juga tentang bagaimana kita mampu mengasah kreativitas, beradaptasi dengan teknologi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Momen keseruan bersama saat d kelas.



0 Komentar